WahanaNews-Gorontalo | Kelompok Separatis Teroris (KST), menyerang dan menembaki Pos TNI AL, Komando Distrik Militer Mupe, Kabupaten Nduga, Papua.
Peristiwa penembakan Pos TNI itu tepatnya terjadi pada Jumat, (22/4/22) sekitar Puku 17:00 WIT.
Baca Juga:
Indonesia Siap Kirim 20.000 Prajurit ke Gaza, Tapi Akhirnya Hanya 8.000! Ini Alasannya
Akibat serangan dan tembakan gerombolan KST tersebut, satu orang prajurit marinir meninggal dunia atas nama Pratu Mar Dwi Miftahul Ahyar.
Satu orang prajurit lainnya terluka atas nama Mayor Mar Lilik Cahyanto terkena recolset bagian bahu.
Hal tersebut disampaikan Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Kav Herman Taryaman melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (23/4/22).
Baca Juga:
Panglima TNI Mutasi 35 Perwira, Ada 27 Pati dan 8 Pamen
"Kondisi di Pos Kalikote ini tidak ada jaringan signal telepone, sehingga diketahui setelah ada laporan dari Pos Satgas Kodim Mupe Yonif 3 Mar Kalikote pada pagi hari Sabtu (23/4)," kata Kapendam XVII/Cenderawasih.
Jenazah Pratu Mar Dwi Miftahul Ahyar berhasil dievakuasi menggunakan heli Carakal, dari Kotis Satgas Kodim Mupe Yonif 3 Mar, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga.
Selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD Mimika untuk dilakukan pemulasaraan, dan disemayamkan di Kantor Perwakilan Lanal Timika.