GORONTALO.WAHANANEWS.CO, Gorontalo Utara - Anggota Komisi I DPRD Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Haris Tuina, mengapresiasi percepatan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, termasuk pembangunan Jembatan Dambalo di jalur Trans Sulawesi yang berada di Kecamatan Tomilito.
Haris di Gorontalo, Minggu (14/6/2026) mengatakan pekerjaan rehabilitasi jembatan di Desa Dambalo, Kecamatan Tomilito tersebut mendapat dukungan masyarakat setempat.
Baca Juga:
Kapolres Gorontalo Utara Pimpin Pergantian Tujuh Pejabat Utama di Mapolres
Jembatan di lintas Sulawesi ini, sudah berusia lama atau lebih dari 20 tahun sehingga memerlukan rehabilitasi mengingat di bawah jembatan terdapat aliran sungai yang sering meluap dan berdampak banjir karena debit air yang tidak tertampung lagi.
Banjir merendam pemukiman warga sekitar, serta bangunan sekolah dasar yang ada di wilayah tersebut.
Oleh karena itu, jembatan yang dibangun dengan konstruksi lama dengan posisi sudah sangat rendah tersebut, perlu untuk menyesuaikan dengan rehabilitasi daerah aliran sungai untuk mencegah banjir.
Baca Juga:
Satu Pimpinan dan Anggota PAW DPRD Gorontalo Utara Resmi Dilantik
Haris mengapresiasi respon pihak Balai Jalan dalam menanggapi aspirasi masyarakat.
"Kami memfasilitasi masyarakat melalui Pemerintah Desa Dambalo untuk mengajukan proposal perbaikan jembatan, mengingat ada 15 unit rumah warga dan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Dambalo yang langganan terendam banjir saat hujan deras melanda," katanya.
Proposal diajukan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gorontalo Utara, kemudian ditindaklanjuti ke pihak Balai Jalan.
"Alhamdulillah hanya dalam waktu singkat, proposal tersebut ditindaklanjuti sehingga proses rehabilitasi jalan mulai berlangsung," kata Haris pula.
Diakuinya pekerjaan tersebut memang memperlambat akses transportasi jalan utama lintas Sulawesi, sebab tidak ada jalan alternatif, namun harapan masyarakat pembangunan ini perlu ditindaklanjuti dengan cepat.
"Kami berharap pengerjaan jembatan berlangsung cepat, sehingga lintas Sulawesi di titik ini kembali normal dan banjir tidak terjadi lagi," kata Haris.
[Redaktur: Patria Simorangkir]