WahanaNews-Gorontalo| Kepolisian Daerah (Polda Gorontalo) gelar rekonstruksi kasus penembakan Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dir Tahti) Polda Gorontalo, AKBP Benny Mutakhir.
Dalam rekonstruksi yang digelar, sedikitnya, ada sembilan belas adegan yang diperankan tersangka RY, sebelum menewaskan perwira alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 itu.
Baca Juga:
Dari Leato Selatan, Harapan Baru Nelayan Tumbuh di Kampung Nelayan Merah Putih
Aksi sadis pelaku dilakukan di sebuah perumahan di Jalan Mangga, Kelurahan Libuo, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, Senin (21/3/22) dini hari.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Gorontalo, Kombes Pol Nur Santiko, menjelaskan, rekonstruksi ini merupakan rangkain dari proses penyidikan.
Pihaknya memastikan aksi tersangka hingga menewaskan korban dengan mengalami luka tembak.
Baca Juga:
Prabowo Dorong Ekonomi Biru, Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Model Kemandirian Pesisir
“Semuanya sembilan belas adegan. Jadi tujuannya untuk menyamakan persepsi, baik dari penyidik dan Jaksa Penuntut Umum (JPU)," kata Nur Santiko.
"Untuk adegan penembakan, nanti Kabid Humas Polda Gorontalo yang akan menerangkan semuanya dalam Konferensi Pers,” ungkapnya.
Dikatakan Nur Santiko, dalam Rekonstruksi ini, penyidik dan JPU tidak menemukan fakta baru kasus penembakan perwira Polda Gorontalo.