GORONTALO.WAHANANEWS.CO, Pohuwato - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato, Provinsi Gorontalo, tengah mengusulkan penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) tentang pengelolaan mangrove.
Wakil Bupati Pohuwato Iwan Sjafruddin Adam di Gorontalo, Kamis (30/4/2026) mengatakan langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga dan memastikan kelestarian ekosistem pesisir, termasuk di kawasan Cagar Alam Tanjung Panjang.
Baca Juga:
Ombudsman Gorontalo Kunjungi Lapas Pohuwato Pastikan Kualitas Layanan Publik di UPT Kemenkumham
"Regulasi ini sangat mendesak, mengingat luas potensi mangrove di wilayah tersebut mencapai sekitar 7.000 hektare," kata Iwan.
Melalui pengusulan rancangan Perbup tersebut, pemerintah dan semua pihak terkait bisa memiliki dasar hukum yang kuat untuk mengelola, memelihara dan menjaga ekosistem mangrove di Pohuwato.
Upaya ini juga menjadi bagian dari bentuk perhatian pemerintah khususnya pada kawasan Tanjung Panjang, yang saat ini kondisinya terancam akibat alih fungsi lahan menjadi area tambak atau empang.
Baca Juga:
Presiden Jokowi Resmikan Infrastruktur di Gorontalo saat MK Bacakan Putusan
Kawasan Tanjung Panjang tersebut terancam habis di masa depan apabila tanpa tata kelola yang baik dan benar.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah melarang pemanfaatan lahan untuk kepentingan usaha seperti tambak, namun pelaku usaha juga tidak bisa mengabaikan keseimbangan lingkungan dalam aktivitas ekonomi tersebut.
Pembangunan atau pembuatan tambak tidak akan menjadi masalah jika di dalamnya tetap ada mangrove, namun hal itu masih menjadi perdebatan di kalangan masyarakat.
Berkaitan dengan pelestarian lingkungan, ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada organisasi Burung Indonesia yang selama ini telah berperan aktif dalam menahan laju kerusakan mangrove di pesisir Pohuwato.
Pengelolaan wilayah pesisir Pohuwato oleh Burung Indonesia telah melibatkan semua pihak termasuk masyarakat, melalui pembinaan dan pemanfaatan potensi yang ada di kawasan tersebut.
Ia mengatakan jika Burung Indonesia tidak hadir dan memberikan kontribusi, maka dipastikan setiap tahun akan terjadi peningkatan kerusakan kawasan mangrove di pesisir Pohuwato.
"Kami berharap semua pihak bisa bekerjasama dan bersinergi membangun Pohuwato dari pesisir, demi masa depan lingkungan yang lebih baik," imbuhnya.
[Redaktur: Patria Simorangkir]