Sairah mengatakan tanggul itu sudah ada sebelum mereka membangun rumah.
"Baru kali ini banjir (terparah) sejak rumah dibangun tahun 2019," tuturnya.
Baca Juga:
Anak di Bawah Umur di Gorontalo Dicabuli Bergilir, 20 Pelaku Ditangkap
Sebelumnya, Marzan Yusup dari BPBD Kabupaten Gorontalo mengatakan telah mengecek langsung kondisi tanggul.
Ia pun berharap warga setempat bisa bersabar menunggu perbaikan.
"Tentunya masih dipelajari dan tidak bisa sekarang langsung diperbaiki," jelas Marzan Yusup.
Baca Juga:
Kasus Guru Mesum dengan Siswi MAN Gorontalo, Kemenag Pastikan Berikan Sanksi Berat
Diketahui, banjir bandang pada Minggu sore itu menerjang 4 kecamatan; Limboto, Tabongo, Telaga Biru, dan Tilango.
Ada total 2.184 jiwa yang terdampak atau sekitar 500-an kepala keluarga (KK).
Tetapi menurut BPBD setempat, wilayah paling parah diterjang banjir adalah Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto.[ss]