Ia juga mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal seperti ikan air tawar hasil budidaya masyarakat.
Bahan pangan lokal dapat diolah menjadi menu yang lebih ramah anak, seperti nugget maupun olahan presto.
Baca Juga:
Puluhan Bangunan Gedung di Pagar Alam Belum Kantongi PBG, Kinerja DPMPTSP Dipertanyakan
Idah bersama tim juga memeriksa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta proses pencucian ompreng atau wadah makanan di SPPG Huangobutu.
Dari hasil peninjauan, IPAL di lokasi tersebut dinilai sudah memenuhi standar.
Sementara proses pencucian ompreng dilakukan menggunakan air yang terus mengalir, baik saat pencucian menggunakan sabun maupun pada tahap pembilasan, untuk memastikan kebersihan wadah makanan tetap terjaga.
Baca Juga:
PU Rampungkan Dapur MBG di Perbatasan RI–Timor Leste, Perkuat Layanan Gizi Masyarakat
“IPAL-nya sudah bagus dan proses pencuciannya juga sudah baik. Tinggal memastikan air terus mengalir saat pencucian dan pembilasan supaya kebersihannya lebih maksimal,” katanya.
SPPG Huangobutu Kabila Bone berada di bawah naungan Yayasan Naluri Nusantara Gemilang yang setiap harinya mengelola sekitar 2.169 porsi MBG.
[Redaktur: Patria Simorangkir]